Keputihan Berbau Setelah Kuret

By | June 4, 2018

Keputihan berbau terjadi pasca melakukan kuret, yaitu pembersihan rahim setelah keguguran mungkin dialami oleh hampir semua wanita yang menjalan kuret tersebut. Namun, apa yang menjadi penyebab keputihan berbau setelah lakukan kuret?

Keputihan Berbau Setelah Kuret

Sedikit informasi terkait massa pasca kuretase yang mungkin bermanfaat untuk Anda.

Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 – 3 minggu setelah tindakan kuretase/kuret, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada keterkaitan tindakan kuretase dengan masalah kesuburan).
Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab, dan yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.

Jenis keputihan yang dikatakan tidak normal memiliki ciri-ciri dalam perubahan warna menjadi lebih putih seperti susu, keabuan, hingga kehijauan, berbau, gatal, panas dll. Tidak hanya itu saja, lendir keputihan yang memiliki ciri tersebut ada kemungkinan terjadi karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika Anda mengalami keputihan tidak normal, beberapa langkah tepat dalam menjaga kebersihan area vagina, bisa dilakukan dengan beberapa tahapan berikut ini.

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
    Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Untuk memastikan apakah jenis keputihan yang dialami setelah kuret, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Baca juga :