Termasuk Normalkah Keputihan Setelah Melahirkan?

Thursday, April 2nd 2015. | penyakit keputihan

Termasuk Normalkah Keputihan Setelah Melahirkan? Mungkin ini adalah salah satu dari sekian banyaknya wanita yang mengalami keputihan setelah melahirkan, tetapi ragu untuk melakukan tindakan pencegahan / pengobatan. Pada kesempatan kali ini, dalam situs keputihan.web.id akan dijelaskan secara tuntas mengenai hal tersebut. Simak selengkapnya.

keputihan setelah melahirkanBanyak sekali wanita yang mengalami keputihan, termasuk setelah melahirkan. Keputihan memang masih menjadi masalah umum yang terjadi dan merupakan hal yang ingin dihindari oleh seluruh kaum wanita didunia. Keputihan sendiri terbagi kedalam dua kategori, yakni keputihan normal dan keputihan tidak normal. Penyebabnya pun berbeda, jika keputihan yang terjadi setelah melahirkan, itu adalah jenis keputihan yang bisa normal dan bisa juga tidak. Jika cairan keputihan berwarna bening, tidak berbau, encer, dan tidak gatal, maka keputihan termasuk normal. Penyebab keputihan ini karena pengaruh kelenjar di organ kewanitaan. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka keputihan termasuk abnormal. Salah satu penyebab keputihan yang banyak dialami oleh wanita adalah jamur yang tumbuh di dalam organ kewanitaan.

Akan tetapi selain jamur, keputihan setelah melahirkan bisa juga karena kondisi uterus yang tidak normal sehingga terjadi peradangan di dalam tubuh.

Keadaan vagina yang tidak terlalu lembab dan selalu bersih menjadi faktor penentu tidak berkembang biaknya jamur penyebab keputihan abnormal ini. Untuk Anda wanita yang baru melahirkan, menjaga kebersihan organ intim tetap harus dilakukan. Agar penyebab keputihan bisa dihindari, gunakanlah celana dalam yang terbuat dari bahan katun. Menghindari penggunaan celana ketat juga menjadi cara yang ampuh untuk menghindari jamur penyebab keputihan tersebut. Hal ini karena celana ketat dapat membuat vagina berkeringat sehingga memicu perkembangbiakan jamur menjadi semakin cepat.

Jamur salah satu penyebab keputihan memang dapat terus berkembang biak serta menimbulkan peradangan. Peradangan inilah yang nantinya akan menimbulkan keputihan. Keputihan dapat dialami oleh siapa saja. Selama jamur hidup seimbang dengan kuman yang lain di dalam vagina, ia tidak akan mengganggu. Persepsi salah tentang penggunaan antibiotik, justru antibiotik inilah yang bisa membuat jamur penyebab keputihan ini berkembang lebih cepat. Hal ini karena kuman lain mati, sementara jamur tetap hidup. Oleh karena itu, perlu berhati-hati saat menggunakan obat anti biotik, termasuk ketika menggunakan cairan pembersih organ kewanitaan.

Maka dari itu, sebaiknya tetap pada penjagaan diri sendiri, melakukan tindakan pencegahan yang kita bisa dan usahakan keadaan lingkungan juga bersih.

tags: , , ,
Dapatkan Harga Diskon Menarik Pada Setiap Pembelian QnC Jelly Gamat, Selengkapnya KlikDISINI !