Penyebab Umum Keputihan Terjadi Pada Anak Remaja

By | February 19, 2018

Keputihan tidak hanya terjadi pada wanita dewasa saja, namun juga remaja perempuan. Jika Anda memiliki putri yang sudah menginjak remaja yang mengeluhkan kondisi ini. sebelum terbawa rasa khawatir, akan lebih baik jika Anda untuk mengenal lebih dalam soal keputihan.

Mengenai keputihan.

Keputihan adalah kondisi terkait dengan sistem reproduksi yang umum dialami oleh wanita. Sebenarnya, keputihan adalah hal normal, sebab keputihan bisa menjadi salah satu mekanisme pembersihan dari sistem reproduksi wanita.

Penyebab Umum Keputihan Terjadi Pada Anak Remaja

Lendir keputihan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim. Dan saat keputihan terjadi, cairan / lendir yang keluar melalui vagina dapat membawa keluar sel-sel mati serta bakteri dari dalam. Maka dari itu, vagina tetap bersih dan terhindar dari beragam macam infeksi.

Pada umumnya keputihan yang normal terjadi akibat beberapa faktor, seperti adanya rangsangan seksual, kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan saat menjelang menstruasi. Ciri-ciri keputihan yang normal diantaranya berwarna jernih hingga putih, bertekstur kenyal seperti lendir, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan lainnya. Sementara, keputihan yang tidak normal disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit di dalam vagina. Dalam kondisi seperti ini, keputihan tidak normal jika ada perubahan warna keputihan menjadi kekuningan atau kehijauan. Selain dari warna, bentuknya bergumpal-gumpal dan beraroma menyengat seperti bau amis atau bahkan bau busuk. Sebagian keluhan dari keputihan tidak normal juga terlihat dari produksi cairan yang dihasilkan, apakah menjadi lebih banyak dari biasanya. Beberapa keluhan dapat menyertai keputihan yang tidak normal, di antaranya gatal, nyeri pada area kewanitaan, dan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.

Penyebab Umum Keputihan Terjadi Pada Anak Remaja.

Pada remaja, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu keputihan yang lebih sering, yaitu :

  • Posisi area alat kelamin dengan area dubur yang cenderung masih berdekatan, sehingga meningkatkan kemungkinan kuman yang keluar melalui dubur menginfeksi area alat kelamin.
  • Di usia remaja awal, belum terbentuknya alat kelamin secara sempurna dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan. Belum terbentuknya labia atau bibir vagina dan rambut pubis dapat mengurangi mekanisme perlindungan area kemaluan.
  • Kulit area kemaluan remaja perempuan mungkin lebih sensitif terhadap goresan ataupun gesekan, sehingga akan lebih muda terkena paparan dari luar (contohnya zat iritan seperti sabun mandi).
  • Mukosa vagina pada awal remaja yang masih tipis dan kondisi rongga vagina yang memiliki tingkat keasaman (pH) yang netral, hangat, dan lembap, dapat menyediakan lingkungan yang baik untuk bakteri berkembang.
  • Sebagian para remaja perempuan belum benar-benar paham mengenai cara menjaga kebersihan area kemaluan saat buang air besar dan buang air kecil, sehingga dapat meningkatkan risiko terinfeksi berbagai kuman.
  • Penggunaan pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat pada remaja juga dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan.

Keputihan adalah hal wajar yang terjadi dan pasti dialami oleh setiap wanita, juga remaja. Namun, jika keputihan justru terjadi dengan tanda-tanda keputihan abnormal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai.