Saat Anak-anak Mengalami Keputihan

By | February 8, 2018

Anda harus tahu jika keputihan tidak hanya menyerang wanita dewasa, melainkan juga bisa terjadi pada anak-anak. Bagaimana melihat gejala keputihan yang terjadi pada anak tersebut?

Saat Anak-anak Mengalami Keputihan

Keputihan merupakan cairan alami yang keluar dari vagina selain darah. Keputihan tidak hanya terjadi pada wanita dewasa, namun dapat juga menyerang anak-anak. Gejalanya saat terjadi pada anak perlu diwaspadai. Cairan/lendir vagina yang normal memiliki ciri-ciri seperti berwarna putih jernih, jika menempel pada pakaian dalam warnanya menjadi kuning terang serta tidak berbau, tidak panas, dan gatal.

Sementara, jika cairan/lendir keputihan yang keluar dari vagina tidak normal memiliki ciri-ciri seperti cairan vagina sudah mengalami perubahan warna menjadi putih susu, keabuan hingga kehijauan, berbau, serta terdapat keluhan lain seperti gatal dan panas. Anda tidak perlu segan untuk mengajak anak berbicara mengenai hal tersebut, tentu dengan bahasa yang ia mengerti atau sesuai dengan usianya.

Beberapa Penyebab Keputihan yang menyerang Anak.

Penyebab keputihan pada anak, bisa terjadi dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh.

Adapun faktor penyebab dari dalam tubuh diantaranya :

  • Letak lubang kemaluan pada bayi dan anak masih sangat dekat dengan anus, sehingga mudah terkontaminasi oleh bakteri dari anus.
  • Permukaan kulit di daerah vagina pada anak masih sangat tipis, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan mengalami peradangan.
  • Daerah vagina belum ditumbuhi rambut pubis yang berfungsi sebagai pelindung bakteri atau parasit.
  • Sedangkan, faktor dari luar tubuh diakibatkan oleh:

Infeksi

  • Bakteri: Haemophilus influenzae, Shigella eischeria coli atau Chlamydia trachomatis, streptococcus, staphylococcus.
  • Jamur: Candida sp.
  • Parasit: Trichomonas vaginalis, Oxyuris enterobius vermicularis.

Noninfeksi

Penyebab keputihan noninfeksi diakibatkan oleh adanya benda asing yang masuk ke vagina, baik sengaja maupun tidak sengaja, seperti:

  • Bedak yang diberikan sampai ke vagina.
  • Kapas atau tisu yang tertinggal di vagina saat membersihkan kotoran.
  • Kotoran feses yang tertinggal tidak bersih saat dibersihkan.
  • Anak duduk dan jongkok sembarangan di tanah atau lantai sehingga memudahkan bakteri atau jamur masuk ke vagina.
  • Menggaruk daerah sekitar vagina dengan tangan yang kotor sehabis bermain di luar rumah, sehingga memudahkan infeksi bakteri.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan pada anak.

  • Saat membersihkan kotoran BAB, pastikan untuk membasuh dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri yang berasal dari anus masuk ke vagina.
  • Setelah dibasuh, keringkan daerah kemaluannya.
  • Hindari penggunaan bedak di area dalam vagina.
  • Sebaiknya tidak menggunakan sabun secara langsung ke dalam vagina anak.
  • Memakai pakaian dalam yang longgar dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat (bahan katun), sehingga vagina anak tetap kering dan tidak lembap.
  • Mengganti pakaian dalam anak minimal 2-3 kali sehari, supaya selalu dalam keadaan kering.
  • Jika anak sudah berusia di atas 7 tahun, ajarkan ia untuk menjaga kebersihan daerah kemaluannya demi mencegah keputihan. Dengan menerapkan pola kebersihan daerah sekitar vagina maka keputihan tidak akan berulang.

Baca juga : Penyebab Keluar Cairan Kekuningan Dari Vagina