Warna Keputihan Tentukan Normal Tidaknya Jenis Keputihan

Thursday, March 24th 2016. | Jenis Keputihan

Keputihan masih menjadi salah satu gangguan yang membuat tidak nyaman untuk kaum wanita. Bahkan, dengan warna-warna yang membuat bingung apakah warna keputihan normal dan tidak normal.

Namun, apakah Anda mengetahui ada berapa sebenarnya warna dari keputihan yang bisa terjadi, serta apa tanda dari warna-warna yang berbeda tersebut?

Ada sekitar 6 jenis warna keputihan yang bisa terjadi pada wanita, selain jernih tentunya. Ini dia selengkapnya :

Warna Keputihan Tentukan Normal Tidaknya Jenis Keputihan

1. Keputihan dengan warna jernih dan elastis.

Salah satu warna keputihan yang dikategorikan normal adalah keputihan jernih. Keputihan jenis ini biasanya akan muncul setelah berakhirnya masa menstruasi yang awal kemunculannya berwarna agak pekat. Coba ambil cairan keputihan pakai jari, lalu regangkan di antara dua jari. Jika berwarna jernih dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, itu tanda kalau kamu sedang mendekati masa ovulasi dan keputihan ini bersifat normal.

2. Keputihan warna putih.

Munculnya keputihan macam ini biasanya sebelum dan setelah masa menstruasi. Namun, Anda patut waspada jika cairan putih yang keluar disertai rasa gatal dan bau yang tidak sedap seperti amis, bisa jadi hal tersebut jadi tanda-tanda daerah kewanitaan mengalami infeksi jamur.

3. Keputihan warna kuning.

Selain warna putih, kuning juga termasuk warna keputihan yang harus diwaspadai. Keputihan dengan cairan kuning bisa saja menjadi tanda bahwa ada organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana, Biasanya, kuman-kuman masuk melalui hubungan seksual. Jika sudah begini, Anda juga perlu mewaspadai pula gejala infeksi gonorhoe, klamida, dan trichomonas. Bakteri jahat jenis mycoplasma hominis dan gardnerella vaginalis juga menjadi penyebab keputihan jenis ini.

4. Keputihan warna coklat.

Biasanya keputihan yang datang dengan warna coklat terjadi pada periode haid, kehamilan di awal, atau menopouse. Keputihan ini juga bisa jadi tanda penyakit pada vaginamu. Jika keputihan bersifat abnormal, misalnya disertai dengan rasa nyeri pinggang dan bokong dan bau tidak sedap, kamu patut waspadai mungkin ini tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.

5. Keputihan warna hijau.

Jika cairan keputihan muncul dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada organ kewanitaan, kamu wajib curiga kalau keputihan ini menjadi gejala infeksi organ reproduksi. Trichomonas vaginalis merupakan protozoa penyebab cairan keputihan menjadi berwarna kehijauan. Pada level keputiha yang parah, kamu akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar area kewanitaan. Penyebabnya adalah Nisseria gonorrhoe.

6. Keputihan warna abu-abu.

Keputihan yang keluar dengan warna abu-abu disertai gatal, bau tidak sedap, dan bengkak kemerahan pada sekitar mulut vagina perlu dapat perhatian serius dari dokter. Sebab, bisa jadi disebabkan oleh bakteri berbahaya. Parahnya warna abu-abu diikuti dengan darah dan bersifat encer. Kemungkinan, kamu sedang mengalami kanker.

Nah, itu dia beberapa warna dari keputihan. Semoga dengan Anda mengenai keganjalan dalam perbedaan warna keputihan, dapat segera ditangani sebelum terlambat.

Baca juga : Jenis Jamur Dan Bakteri Penyebab Keputihan

Warna Keputihan Tentukan Normal Tidaknya Jenis Keputihan |

Dapatkan Harga Diskon Menarik Pada Setiap Pembelian QnC Jelly Gamat, Selengkapnya KlikDISINI !