Waspadai Penebalan Dinding Rahim Yang Tidak Normal

Wednesday, March 4th 2015. | fakta penyakit

Waspadai penebalan dinding rahim yang tidak normal,- Penebalan dinding rahim atau Hiperplasia Endometrium yang terjadi pada wanita disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Dengan kata lain, penebalan abnormal dari dinding rahim terjadi karena peningkatan produksi estrogen dalam tubuh bersamaan dengan kurangnya produksi progesteron. Meskipun sebagian besar kasus Hiperplasia Endometrium jinak, risiko terhadap Karsinoma Endometrium ( jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim yang seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim ) dapat meningkat jika sel-sel kelenjar pembentuk Endometrium Hiperplasia mengalami perubahan tertentu seiring perjalanan waktu.

penebalan dinding rahimSebenarnya dinding rahim menebal terjadi hanya pada saat seorang wanita sedang hamil. Akan tetapi dinding rahim akan menebal ketika keadaan tidak normal yang salah satu gejalanya ditandai dengan menstruasi berkepanjangan. Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul adalah keputihan berlebihan, rasa nyeri di perut, vagina, dan panggul, serta adanya peningkatan pertumbuhan rambut tubuh. Beberapa pasien mengeluhkan pula kondisi vagina yang sangat kering sehingga kerap kali sesi bercinta dengan suami terasa sangat menyakitkan. Selain itu dilaporkan keluhan hot flushes dan denyut jantung yang lebih cepat.

Penuturan dari Prof Ali yang saya dapatkan dari healt.detik.com belaiu menjelaskan bahwa orang-orang yang mengalami penebalan pada dinding rahim pada usia 45 tahun keatas, harus erahti-hati karena bisa saja hal ini adalah merujuk kepada kanker dinding rahim.

Berdasarkan kajian medis, penebalan dinding rahim dibedakan kedalam 3 kategori, diantaranya:

1. Simplek. Penderita dengan kondisi ini tak perlu cemas berlebihan karena Hiperplasia simplek tergolong ringan dan takkan berakhir dengan keganasan sehingga penderita tetap masih bisa hamil.
2. Kistik. Seperti halnya simplek, kasus ini tak berbahaya.
3. Atipik. Kondisi yang satu ini mesti diwaspadai. Atipik cenderung merupakan cikal bakal kanker.

Dan pengobatan yang bisa ditempuh pasien adalah:

  • Tindakan kuratase selain untuk menegakkan diagnosa sekaligus sebagai terapi untuk menghentikan perdarahan.
  • Terapi hormon untuk menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Namun perlu diketahui kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, di antaranya mual, muntah, pusing, dan lainnya. Rata-rata setelah menjalani terapi hormonal sekitar 3-4 bulan, gangguan penebalan dinding rahim sudah bisa diatasi. Jika pengobatan hormonal yang dijalani tak juga menghasilkan perbaikan, terapi akan dilanjutkan dengan obat lain.

Nah semoga artikel yang diterbitkan dari situs keputihan.web.id dapat bermanfaat. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya dan salam sehat!

tags: , , , ,
Dapatkan Harga Diskon Menarik Pada Setiap Pembelian QnC Jelly Gamat, Selengkapnya KlikDISINI !